NTT-WAHANANEWS.COM – Pesta sepak bola usia muda terbesar di Nusa Tenggara Timur resmi dimulai. Kabupaten Sikka kembali dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Piala Soeratin U-17 dan Piala Pertiwi 2026, sebuah ajang bergengsi yang mempertemukan talenta-talenta terbaik dari hampir seluruh kabupaten/kota di Provinsi NTT.
Kepercayaan tersebut menjadi bukti kesiapan Kabupaten Sikka dalam menggelar turnamen berskala provinsi. Selain menjadi panggung pembinaan pemain muda, kehadiran seluruh kontingen juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap geliat ekonomi masyarakat melalui sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga UMKM lokal.
Baca Juga:
Sikka Bergerak, NTT Bersatu: Panitia Soeratin U-17 dan Piala Pertiwi 2026 Masih Membuka Pintu bagi Para Sponsor
Sebanyak 20 tim putra dipastikan ambil bagian pada Piala Soeratin U-17 2026. Mayoritas peserta telah tiba di Kota Maumere, sementara tiga tim lainnya, yakni Persewa Waingapu, Persada Sumba Barat Daya, dan PSKK Kota Kupang, sedang menyelesaikan perjalanan menuju Kabupaten Sikka.
Hasil Match Coordination Meeting (MCM) yang berlangsung di Hotel Pelita Maumere, Jumat (24/7/2026), menetapkan pembagian grup sebagai berikut:
Grup A
-Bintang Timur Atambua
-Tiara Nusa
-Persami Maumere
-Nirwana 04 Nagekeo
-Perse Ende
Baca Juga:
Sikka Siap Jadi Pusat Sepak Bola NTT, Piala Gubernur Soeratin U-17 dan Pertiwi Cup Resmi Bergulir 25 Juli 2026
Grup B
-Persetim Flores Timur
-BMU Alor Pantar
-Persebata Lembata
-Persewa Waingapu
-BMP Flores Timur
Grup C
-Persss Soe
-Persada Sumba Barat Daya
-Persesba Sumba Barat
-PSKK Kota Kupang
-Persematim
Grup D
-PS Malaka
-Citra Bakti Ngada
-Flores United
-PSN Ngada
-Persap Alor
Setiap grup dihuni lima tim dengan sistem kompetisi penuh. Hanya juara grup dan runner-up yang berhak melaju ke babak perempat final atau delapan besar.
Persami vs Nirwana Jadi Pembuka
Atmosfer turnamen langsung memanas sejak hari pertama. Laga pembuka akan menghadirkan duel sarat gengsi antara Persami Maumere selaku tuan rumah menghadapi Nirwana 04 Nagekeo di Stadion Gelora Samador.
Pertandingan tersebut diprediksi menjadi magnet bagi pecinta sepak bola NTT yang ingin menyaksikan aksi para pemain muda terbaik daerah.
Karena seluruh pertandingan dipusatkan di satu venue, panitia menerapkan jadwal yang cukup padat.
Sekretaris Asprov PSSI NTT, Piter Fomeni, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Sikka dan PSSI Kabupaten Sikka yang bersedia menjadi tuan rumah di tengah berbagai keterbatasan.
"Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sikka dan PSSI Kabupaten Sikka yang telah menerima segala keterbatasan untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan turnamen ini," ujar Piter saat membuka MCM.
Ia menjelaskan pertandingan akan berlangsung setiap pagi dan sore hari, sedangkan khusus hari Minggu hanya digelar dua pertandingan pada sore hari.
Lebih dari Sekadar Perebutan Gelar
Piala Soeratin U-17 dan Piala Pertiwi bukan hanya soal mengejar trofi juara. Turnamen ini merupakan wadah pembinaan pemain usia muda yang diharapkan melahirkan pesepak bola berkualitas untuk memperkuat NTT di level nasional hingga internasional.
Karena itu, seluruh elemen pertandingan—mulai dari pemain, pelatih, ofisial, wasit hingga suporter—diajak menjadikan sportivitas sebagai fondasi utama kompetisi.
Semangat "Katong Semua Basudara" diharapkan terus menjadi ruh penyelenggaraan turnamen. Perbedaan asal daerah dan warna kebanggaan klub tidak boleh mengikis nilai persaudaraan yang selama ini menjadi identitas masyarakat Nusa Tenggara Timur.
Dengan dukungan seluruh masyarakat, Kabupaten Sikka diharapkan mampu menghadirkan penyelenggaraan Piala Soeratin U-17 dan Piala Pertiwi 2026 yang sukses, aman, serta melahirkan generasi emas sepak bola NTT di masa depan.